Hutan telah mengajarkannya banyak hal. Sejak sepuluh tahun silam ketika dia pertama kali mengenal lebatnya isi rimba raya. Hamparan rumput hijau yang memanjang dan kadang dihalau oleh tingginya pepohonan dan semak belukar, yang sebagiannya dibelah oleh sungai-sungai. Tapi untuk menempuh semua perjalanan itu dia tidak memerlukan angin,dan dia tidak memerlukan kayu, karena dia menyadari Tidak ada kemenangan dalam perburuan, yang ada hanyalah usaha untuk mendekati apa yang lebih benar, sebab kebenaran hanyalah mimpi yang tak pernah tercapai, dia melakukankan pekerjaan demi mencapainya sebuah mimpi dan sebuah harapan.
Lama lelah dia berdiri menantikan sesuatu yang selalu jadi mimpi, ditengah lebatnya rimba yang hampir selalu kelam karena dihalau oleh tinggi dan besarnya pepohonan, dalam kesendirian dan ditemani oleh suara-suara binatang saat itu, dia tetap menunggu dan kadang sesekali melangkah, karena berat beban yang dipikul hampir membuat dia tak bisa berdaya dengan semua ini. Dalam keheningan dan gelapnya malam, dia tetap berjalan dan mencoba untuk bisa keluar dalam kesepian dan kesendirian, karena perburuan yang belum selesai dan hari-harinya selalu saja ditemani oleh kesendiriannya.
Esok hari adalah hari dimana dia tak akan pernah mengetahui apa yang akan terjadi, esok juga mungkin merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh sebagian orang, dan bahkan mungkin sebagian lagi tidak mau melalui esok, dia tak kan pernah tahu dengan esok, karena esok pasti akan datang menyapanya dan melewatinya. Hari hari yang ia lewati semakin sepi, jalan-jalan yang ia tempuh semakin terjal dan berbatu, ia mencoba tetap berjalan dan bertahan dengan kesendiriannya. Sehingga suatu saat ia bertemu dengan seorang dalang tua yang sedang melakukan perenungan dalam sunyinya malam dan dalam lebatnya rimba, ia tersenyum, ia mengucapkan kata-kata walau hampir ia sendiri tak menyadarinya bahwa ia tidak pernah sendiri dan ia akan terus berburu untuk mendekati apa yang lebih benar, sebabkebenaran hanyalah mimpi yang tak pernah tercapai.
Alam dan hutan adalah teman sejati baginya, karena alam tidak akan pernah mengingkari janjinya, alam dan hutan akan terus menjadi bagian dari hidupnya karena alam dan hutan selalu setia mendengar keluh kesahnya, alam dan hutan selalu menemaninya dalam kesendiriannya dan dalam kebahagiannya, karena kehidupan dia akan selalu berputar bukan hanya bumi yang berputar.
(September 2002)